68 Santri Jatim Siap Kerja Magang di Jepang
Rabu, 18 May 2011 08:35
Surabaya, BNP2TKI (18/05) -- Ada 68 santri asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan dikirim menjadi pekerja magang di Jepang. Targetnya, ada 100 santri yang akan diberangkatkan ke Jepang pada 2011 ini. Namun, berdasarkan hasil seleksi, baru 68 santri yang dinyatakan lulus.
Hal itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) A. Muhaimin Iskandar seusai bertemu dengan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di Kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Darmo Surabaya, Selasa (17/05) kemarin.
Menurut Muhaimin, ada 350-an santri asal Jawa Timur yang diuji, tetapi baru 68 santri yang dinyatakan lulus. Mereka yang lulus ini nantinya akan menjalani pelatihan bahasa selama 2 bulan dan persiapan kerja 2 bulan.
“Provinsi Jawa Timur memang memiliki program pelatihan berbasis pesantren. Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan dan ketrampilan teknis. Para santri itu akan bekerja magang di bidang teknologi informasi,” kata Cak Imin, sapaan akrab A. Muhaimin Iskandar.
Menurut Cak Imin, saat ini ada 118 juta orang angkatan kerja di Indonesia. Sebanyak 47,5 persen di antaranya merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD). Targetnya, jumlah lulusan SD yang bekerja bisa turun sampai 15 - 20 persen. Dari 118 juta orang angkatan kerja di Indonesia itu, sebanyak 230 ribu orang saat ini menjadi beban angkatan kerja Provinsi Jawa Timur.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransuk) Provinsi Jawa Timur kini tengah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan akademi untuk mengelola program magang, sekaligus membantu mahasiswa perguruan tinggi mendapatkan pekerjan.
Di tempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT P3TKI) Jawa Timur, Hariyadi Budihardjo, ketika dihubungi di Surabaya, Rabu (18/05) siang, membenarkan adanya pembukaan program kerja magang di Jepang. “Namun untuk 68 santri asal Jawa Timur yang mau bekerja magang di Jepang, informasinya baru diterima. Kami kini sedang menunggu untuk pendataan lebih lanjut,” kata Hariyadi.***(Imam Bukhori)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar